Protokol dalam Topologi Jaringan

1. Star Network

Topologi jaringan dimana setiap nodes dalam jaringan terhubung dengan node pusat dengan hubungan point to point. Semua data yang ditransmisikan ke node dalam jaringan selalu ditransmisikan ke node pusat yang kemudian ditransmisikan ke nodes di dalam

jaringan, walupun node pusat mungkin juga sebuah titik koneksi biasa tanpa ada perangkat aktif untuk mengulang sinyal. Sebuah koneksi point to point kadang dikategorikan sebagai bagian khusus dari topologi star. Maka dari itu jenis jaringan terkecil dari topologi star network akan terdiri dari sebuah koneksi point to point ke node

kedua yang diatur oleh hub. Berdasarkan hal tersebut, tipe jaringan terkecil berikutnya dari topologi star  network terdiri dari satu node pusat yaitu hub dengan dua koneksi yang terpisah ke dua nodes cabang. Walaupun kebanyakan jaringan yang didasarkan pada topologi ini memerlukan penggunaan hub sebagai node pusat, namun masih ada kemungkinan untuk mengimplementasikan sebuah jaringan yang didasarkan pada topologi star dengan menggunakan sebuah komputer atau bahkan titik koneksi biasa sebagai hub atau node pusat. Model jaringan bintang ini relatif sangat sederhana, sehingga banyak digunakan oleh pihak bank yang biasanya mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar dipelbagai lokasi. Dengan adanya konfigurasi bintang ini, segala macam kegiatan yang ada di kantor cabang dapat dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik. Disamping itu, dunia pendidikan juga banyak memanfaatkan jaringan bintang ini guna mengontrol kegiatan anak didik mereka. Topologi ini dirancang dengan setiap node (file server, workstation, dan periferal) terhubung secara langsung ke jaringan pusat atau biasa disebut concentrator. Data pada sebuah jaringan bintang selalu melalui hub atau concentrator sebelum menuju sasaran. Hub atauconcentrator mengatur dan mengelola seluruh jaringan. Selain itu, hub juga dapat berperan sebagai repeater untuk data flow. Konfigurasi semacam ini biasanya memakai kabel twisted pair. Selain itu bisa juga memakai kabel coaxial ataupun kabel fiber optik.

Kelebihan Topologi Star Network

– Jaringan tidak mudah terganggu oleh adanya koneksi baru maupun saat adanya komputer yang tidak disembung.

– Mudah mendeteksi gangguan pada jaringan.

– Mudah pengaplikasiannya.

Kekurangan Topologi Star Network

– Memerlukan kabel yang cukup panjang.

– Jika hub/concentrator gagal berfungsi maka semua

jaringan akan terputus.

– Lebih mahal dengan adanya concentrator.

Peralatan Yang Digunakan dalam Topologi Star

Network

Jenis NIC                     Ethernet Card, LocalTalk

Kabel                           Twisted Pair, Fiber Optic

Connector                    RJ-45, ST Connector, SC Connector

Protokol Ethernet,        LocalTalk

Hub/Switch 10Base 8 ports , 10Base 16ports ,

Ethernet Hub/Switch 8 ports ,

Ethernet Hub/Switch 16 ports

2. Ring Network

Topologi Cincin merupakan topologi jaringan yang tertua. Topologi Ring Network ini diperkenalkan dengan penyesuaian analog dan digital yang digunakan dalam sistem telepon. Sesuai dengan namanya, strukturnya  berbentuk seperti cincin. Perangkat yang biasa digunakan untuk topologi ini ialah hub. Topologi jaringan ini memiliki struktur dengan setiap nodes dalam jaringan terhubung dengan kedua nodes yang lain di jaringan dan dengan node.

Kelebihan Topologi Ring Network

– Aliran data cepat.

– Mampu melayani lalu lintas data yang padat.

– Waktu yang diperlukan dalam mengakses data

optimal.

– Komunikasi antar terminal mudah.

– Tidak terjadi data-collision.

Kekurangan Topologi Ring Network

– Memerlukan kabel yang lebih panjang

– Jika kabel utama bermasalah maka semua jaringan

akan terputus.

– Penambahan dan pengurangan terminal sukar

dilakukan.

Peralatan Yang Digunakan dalam Topologi Ring

Network

Jenis                 NIC Token Ring Card

Kabel               Twisted Pair

Connector        RJ-45

Protokol           Token Ring

Alat Lain          MAU (Multistation Access Unit), untuk menghantar data melalui cincin

3. Tree Network / Hirarki

Topologi jaringan pohon memadukan karakteristik dari jaringan linier dan jaringan bintang. Jaringan ini terdiri dari sekumpulan workstation berkonfigurasi

dengan struktur bintang yang terhubung dengan kabel bus backbone. Jaringan pohon memungkinkanperluasan dari sub jaringan yang telah ada.Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih  rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 ke komputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keunggulan jaringan model pohon seperti ini adalah dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal

pembukuan, serta kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah apabila simpul yang lebih tinggi tidak berfungsi, maka

kelompok lain yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon inirelatif lambat.

Kelebihan Topologi Tree Network

– Koneksi secara langsung (point to point) pada

segmen jaringan tunggal.

– Topologi jaringan ini didukung oleh beberapa

vendor hardware dan software.

Kekurangan Topologi Tree Network

– Cakupan segmen jaringan tergantung dari kabel.

– Jika jalur backbone putus, seluruh segmen jaringan

akan putus.

– Pengimplementasiannya sulit.

Dalam membangun jaringan pohon, harus dipertimbangkan protokol Ethernet yang mengikuti aturan 5-4-3. Salah satu aspek dari Ethernet protocol mensyaratkan bahwa sinyal yang dikirim menjangkau setiap bagian jaringan dalam waktu waktu tertentu.

Setiap ada sinyal yang melewati concentrator atau repeater membutuhkan alokasi waktu yang lebih lama. Sehingga aturan ini menyatakan bahwa di antara dua simpul jaringan hanya boleh ada maksimum 5 segmen jaringan yang terhubung dengan 4 repeater/concentrator. Kemudian, hanya boleh 3 dari segmen itu boleh disi dengan segmen jaringan yang baru jika dihubungan dengan kabel coaxial. Aturan ini dapat dilihat dengan contoh pada gambar 6. Namun aturan ini tidak berlaku pada protokol lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s